Wellcome..

Selamat berkunjung ke blog ini. sinyalku ini dibuat sebagai wadah untuk saling bertukar ilmu dan informasi, berdiskusi hal-hal yang positif sehingga satu sama lain dapat memberikan manfaat.
Selamat bergabung dan salam sukses selalu.

Admin.
Wawan Rachmadi


Thursday, October 3, 2013

HABS PRO Part I

Habs Pro adalah salah satu produk dari PT. Veritra Sentosa Internasional (VSI) yang dipelopori oleh Da'i kondang : Ustadz Yusuf Mansur. Sebuah MLM yang baru akan di-launching pada Desember 2013 ini dengan visi untuk menjadi perusahaan network marketing terbaik di Indonesia.
Apakah Habs Pro itu ? Habs Pro adalah kependekan dan habbaatussauda (habs) dan propolis (pro). Sehingga produk ini merupakan gabungan dari kedua herba tersebut yang diharapkan memiliki khasiat yang sangat super dalam membantu kesehatan manusia. Mari kita sama-sama bahas masing-masing herba tersebut.

HABBATUSSAUDA
(Dari eramuslim.com)

Kalangan medis menolak keras adanya sebuah herba yang bisa menyembuhkan penyakit. Tapi, ketika ilmuwan muslim melakukan uji klinis dan menyimpulkan hasilnya, mereka baru mengakui kebenarannya tersebut.

Rasullulah SAW bersabda:
"Hendaklah kamu menggunakan habatussauda
karena sesungguhnya padanya terdapat penyembuhan bagi segala penyakit kecuali mati."
(HR. Abi Salamah dari Abi Hurairah r.a)

Habatussauda adalah biji hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit. Nigella Sativa Semen adalah biji dari Nigella Sativa yang dapat mereproduksi dengan sendirinya, di mana biji-biji tersebut sebelumnya berwarna putih kemudian setelah matang akan berwarna hitam (Nigella).

Nigella Sativa Semen telah diketahui dengan beberapa nama yang sangat bervariasi diberbagai tempat, antara lain Black Caraway, Black Cumin (Kalaonji), Black Seed, Blessed Seed (Biji yang diberkati), Habbatul Barakah.

Habbatussauda bermula ditemukan di makam Tutankhamen di Yunani Kuno dimana pada saat itu raja-raja dikubur bersama-sama dengan Nigella untuk membantu diakhir hidupnya. Biji habbatussauda mengandung 40% minyak constan dan 1,4% minyak aviari, juga mengandung 15 amino acid, protein, calsium, zat besi, sodium dan pottasium. Sedangkan komposisi paling penting adalah: Thymoquinone (TQ), Dithymouinone (DTQ),Thymohydroquinone (THQ) dan Thymol (THY).

Imuniti adalah kemampuan tubuh untuk menciptakan kekebalan khusus, kuat dan sempurna untuk melawan segala unsur yang menyerang tubuh. Imuniti ini terbentuk dari jaringan limpa dan sel-sel limpa yang menghasilkan antibodi yang berfungsi menghancurkan mikroba yang menyerang tubuh yang disesuaikan dengansusunan dan sifatnya. Sel Limpa atau Lymph Cell merupakan senjata khusus paling banyak yang selalu siap sedia menghadapi serangan apapun, termasuk menghadapi racun yang membinasakan.

Sel Limpa ada dua macam:
Pertama B Lymphocites yang terbentuk dalam sumsum tulang, lalu menyebar ke seluruh tubuh dan berpusat di darah dan limpa;
Kedua, T-Lymphocite, terbentuk juga di sumsum tulang, sebelum tumbuh sempurna, sel ini mengarah ke
thymus, kelenjar dekat tenggorokan. Setelah matang, sel terbagi menjadi tiga yaitu, The Helper T-Cell, Killer Cell Orcytoxic dan suppressor cells ts. Gambarannya, masing-masing dari The Helper T-cell, Killer cell orcytoxic dan suppresor cell ts berusaha mengenal sel-sel yang diserang dalam tubuh, yang berarti di dalamnya ada materi-materi yang aneh dan sekaligus memusnahkannya. Lalu, sel-sel darah putih dengan tiga jenisnya aktif menyemprotkan enzim yang berbeda-beda, menarik dan mengumpulkan sel-sel imuniti ke tempat peradangan. Jadi, setiap kali ada materi asing yang masuk ke dalam tubuh manusia, maka lymphocite cell baik B maupun T, menjadi aktif, menyebar ke seluruh tubuh dan membentuk pasukan yang banyak dari sel-sel imuniti.

Pada tahun 1986, Dr. Ahmad Al Qadhy dan rekan-rekannya melakukan penelitian di Amerika tentang
pengaruh habatussauda terhadap sistem kekebalan tubuh (imuniti) manusia. Penelitian yang dilakukan dalam
dua tahap itu menghasilkan kesimpulan pertama: Kelebihan prosentase The Helper T-Cell atas suppresor cells ts mencapai 55% dan ada sedikit kelebihan atas killer cell orcytoxic sebanyak 30%.

Penelitian tahap kedua dengan melibatkan 18 sukarelawan yang badan mereka terlihat sehat dan segar.
Mereka dibagi dalam dua kelompok, satu kelompok diberi satu gram habatussauda setiap harinya, dan kelompoklain diberi karbon. Selama empat pekan mereka mengkonsumsi habatus dan karbon yang sudah dikemas dalam butir-butir kapsul. Hasilnya, habatus menguatkan tugas-tugas imuniti dengan tambahan prosentase The Helper T-lymphocytes cell atas supressor cell-ts. Jadi, sistem kerja habatatussauda dalam tubuh manusia adalah dengan memperbaiki, menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia terhadap berbagai penyakit.

Dalam sistem kekebalan tubuh manusia, habatussauda adalah satu-satunya tatanan yang memiliki senjata
khusus untuk menghancurkan segala macam penyakit. Sebab, setelah sel paghocytosis menelan kuman-kuman yang menyerang, ia membawa bakteri antigenic ke permukaannya, kemudian menempel dengan sel lymph, untuk mengetahui bagaimana sususnan mikrobanya secara mendetil, lalu memerintahkan masing-masing sel T-lymphocytes untuk memproduksi antibodies atau sel T-spesific, khususnya adalah antigenic
yang juga dibangkitkan untuk berproduksi.

Dinding sel B-Lymphocytes memiliki kurang lebih 100 ribu molekul dari antibodies yang saling bereaksi
secara khusus dan dengan kemampuan yang tinggi dengan jenis khusus yang ditimbulkan oleh antigenic dalam mikroba. Antibodies menyatu dengan sel T- Lymhocytes, lalu bersama-sama dengan antigenic melawan mikroba, sehingga mikroba tidak dapat berkerja dan sekaligus bisa menghancurkannya.

Dengan demikian, kekebalan itu merupakan kekebalan khusus untuk menghadapi setiap hewan asing yang masuk ke dalam tubuh. Karena, habatussauda mempunyai kekebalan spesifik yang didapat secara otomatis, yang memiliki kemampuan berbentuk antibodies dan senjata sel serta pengurai khusus untuk setiap hewan asing yang masuk dan menyebabkan penyakit.

Menurut Dr. Al Qadhy, habatusaudah juga mempunyai kemampuan lain, seperti untuk melawan bermacam-macam virus, kuman dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh manusia.

"Karena itu, kami dapat menetapkan bahwa di dalam habatussauda terdapat kesembuhan untuk segala macam penyakit. Karena peranannya yang menguatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh, suatu sistem yang di dalamnya ada kesembuhan dari segala macam penyakit, yang bereaksi terhadap segala sebab yang menimbulkan penyakit, yang memiliki kemampuan awal untuk memberikan kesembuhan secara sempurna atau sebahagian di antaranya untuk menyembuhkan segala penyakit," ungkap Al Qadhy.

"Kata syifa' dalam bentuk indefinitif di berbagai hadis juga menguatkan hasil kesimpulan ini, yang tingkat kesembuhannya berbeda-beda, tergantung pada kondisi sistem kekebalan tubuh manusia itu sendiri, jenis penyakit, sebab-sebab dan periodisasinya. Dengan bentuk keumuman lafaz dalam hadis, dapat ditafsiri sebagai suatu kesesuaian dengan berbagai pendapat di atas, yang disampaikan oleh para pen-syarh hadis," imbuhnya.

Friday, April 26, 2013

Memilih Air Purifier

Saat ini Penjernih Udara (Air Purifier) sudah semakin banyak yang menggunakannya. Mengingat manfaat yang diharapkan, ada baiknya kita mempertimbangkan hal-hal berikut dalam memilih Air Purifier.
  1. Penjernih Udara dengan menggunakan Plasma Cluster Ion Generator
    Mesin ini mengeluarkan bahan radikal hydroxyl ( OH) ke udara. Radikal OH dihubungkan dengan beberapa penyakit termasuk Kanker dan Alzheimer. Ion generator akan melepaskan ion ion negative ke udara untuk menangkap ion ion positive seringkali menempel partikel di dinding, gordyn, meja, lantai di sekitar penjernih udara.
  2. Penjernih Udara dengan menggunakan HEPA atau HEPA-Type. Tidak semua filter adalah benar-benar HEPA. Filter HEPA atau HEPA-Type adalah filter kelas rendah dengan tingkat efisiensinya adalah dari 25% sampai 85% dibandingkan dengan TRUE HEPA yang mempunyai level filtrasi 0, 3 micron dengan efisiensi 99, 97% . Tetapi seringkali konsumen dibuat percaya bahwa mereka membeli filter HEPA, walaupun sebenarnya mereka membeli HEPA Type. Bungkus luar dari produk produk asli seringkali menyatakan bahwa mereka adalah HEPA Filter (yang memang tidak salah, hanya saja mereka bukan HEPA Filter yang sebenarnya). Faktanya 98, 5% partikel lebih kecil dari 0, 3 micron ( TRUE HEPA standard)
  3. Penjernih Udara dengan Ozonizer Gas ozon digunakan untuk mengoksidasi partikel dan senyawa kimia di udara. Akan tetapi gasnya termasuk zat kontaminasi berbahaya jika terhirup langsung oleh manusia (dilarang oleh US EPA dan Singapore National Environmental Agency).
  4. Penjernih Udara dengan Ultraviolet. Teknologi yang menggunakan lampu ultraviolet untuk memusnahkan DNA dari mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Namun, ia tidak menghilangkan gas gas dan partikel yang berhubungan pada udara, sisa sisa dari bakteri dan jamur yang telah dibunuh dengan radiasi Ultra Violet dapat disirkulasikan kembali keudara.
  5. Penjernih Udara dengan Ion. Kegunaan utama nya adalah bukan untuk membersihkan udara, tapi melepaskan ion ion negative yang berfungsi untuk kesehatan. Ion yang bermuatan negatif untuk mengikat partikel yang berada diudara. Akan tetapi teknologi ini tidak menghilangkan senyawa kimia serta seringkali menempelkan partikel di dinding, gorden, meja, lantai di sekitar penjernih udara. Tidak ada test standard dan efisiensinya sangat rendah, menghasilkan gas ozon yang berbahaya bagi kesehatan.
  6. Penjernih Udara dengan menggunakan Electrostatis. Cara kerja filter ini menggunakan plat yang diberi muatan listrik dalam piringannya. Filternya dapat dicuci tapi efisiensi filternya rendah, memproduksi gas ozon yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Filter ini juga mengeluarkan suara percikan saat beroperasi. Tidak cocok untuk penderita asma & alergi karena tidak dapat menyerap gas gas dan senyawa kimia didalam ruangan. 
  7. Penjernih Udara dengan menggunakan Pembeku Ion. Teknologi yang digunakan hampir serupa dengan teknologi electrostatic menggunakan plat yang bermuatan listrik untuk menarik partikel dari udara sehingga menempel. Kemampuannya tidak terlalu besar sehingga tidak berbeda dengan udara yang masih berisikan partikel partikel. 
Beberapa Air Purifier yang dapat ditemukan dipasaran adalah : 
Bahkan ada juga air purifier yang dapat dipasang di dalam mobil. Sangat bermanfaat untuk menjaga kesegaran kabin mobil, bahkan disaat ada asap rokok (hal yang tidak dianjurkan) :

Semoga artikel ini bermanfaat.

Monday, December 3, 2012

The Human Body (part 2)

Sistem Pencernaan Sistem pencernaan mengambil sari pati dari makanan dan cairan, kemudian memprosesnya sehingga dapat diserap ke dalam tubuh. Organ yang dibutuhkan untuk memproses sari pati tersebut secara kimiawi, yaitu : hati, kandung empedu, kelenjar ludah dan pankreas, selain lambung dan saluran pencernaan. Sistem pencernaan meliputi mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil dan usus besar. Pencernaan makanan adalah proses penghancuran, pencairan dan pengolahan bahan makanan secara kimia sehingga sari pati tersebut dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Proses pencernaan dimulai dari mulut, dimana gigi dan rahang secara mekanis menghancurkan makanan serta air liur menghancurkan secara kimiawi. Baik pencampuran secara mekanik maupun penghancuran secara kimiawi terjadi juga di dalam perut. Getah lambung bercampur dengan makanan membentuk pasta seperti susu yang disebut chyme. Kontraksi yang disebut gerakan peristaltik dalam perut mencampur bahan makanan bersama dengan chyme yang terjadi kira-kira setiap 20 detik. Setiap kontraksi menghasilkan beberapa mililiter isi perut yang masuk ke dalam usus. Nutrisi dan cairan diserap oleh tubuh dari chyime saat melewati usus. Chyme tersebut didorong dengan kecepatan sekitar 1 cm/menit oleh gerakan peristaltik di dalam usus. Limbah produksi dan sisa makanan yang tidak bermanfaat dikeluarkan dari tubuh melalui anus. Sistem Syaraf Sistem syaraf sangat penting fungsinya bagi makhluk hidup, khususnya manusia. Sebab sistem syaraflah yang mengatur sistem kontrol secara otomatis, terintegrasi dan mengasimilasi data dari dunia luar dengan organ-organ internal kita, kemudian mengatur dan mengontrol sistem gerak. Sistem ini seperti sebuah komputer yang sangat canggih dengan sistem komunikasi secara elektrik. Sistem syaraf yang otonom bertanggungjawab untuk mengatur fungsi otomatis dalam tubuh, yaitu detak jantung, kelenjar tubuh, sistem pencernaan dan sebagainya. Sistem syaraf otonom bekerja dengan sendirinya tanpa disadari.

The Human Body (part 1)

The Cell All mammals, including humans, are made up of basic building blocks called cell. Although many different types of cells are known, they differ according to function, they are all similar in their basic constituents. The different types of cell perform different jobs, so have different gross structures. The size of cells also varies, ranging from 200 nanometers to several centimeters in length. Most cells, however, fall within the range of 0.5 to 20 micrometers. The cell contains material used in chemical reactions that keep the cell functioning. It is surrounded by a semipermeable membrane. This membrane not only contains the cell material but also allows selective passage of metrials in and out of the cell. There may also be membrane structures inside of the cell that compartmentalized the various chemical reaction taking place. The structure of most cells includes a nucleus inside of the cell, separated from the surrounding cytoplasm by its own membrane. The nulceus contains the genetic coding or reproducible cells. Cells in the human body are quite numerous. It has been estimated that are approximately 75 trillion cells in the body, of which one-third (25 trillion) are red blood cells. The red blood cells are responsible for transporting oxygen to body tissues. Body Fluids The body is almost two-third fluid (actually, approximately 56 percent). Intracellular fluid contains large concentrations of potassium (K/Kalium), magnesium (Mg), and phosphat ion (PO4), while the extracellular fluid contains significant concentrations of sodium (Na/natrium), chloride (Cl), bicarbonat ions (HCO3), oxygen (O2), amino acids, glucose (CH12O6), and carbon dioxide (CO2). Musculoskeletal System The muscles and bones of the body provide locomotion, that is, the ability to move around and manipulate our surroundings. If it were not for locomotion, humans would be more dependent on the local environment. The human would not be able to move to avoid danger, find food and water, or erect shelter from the elements. Respiratory System The respiratory system takes oxygen into the body and gives off carbon dioxide waste products from the cells. The respiratory system includes the mouth, nose, trachea, or "wind pipe", bronchii, and the lungs. Deoxygenated blood from the right side of the heart passes through the lungs such that only 0.4 to 2.0 microns of membrane separates the air-carrying alveoli from pulmonary capillaries (i.e. tiny blood vessels). Gaseous oxygen diffuses across this membrane into the blood stream, while carbon dioxide comes out of the blood, into the alveoli, to be exhaled into the atmosphere.

Wednesday, August 3, 2011

Vinci Tablet for Kids

VINCI TABLET FOR KIDS
 
It is quite interesting nowadays that technology and devices are no longer reserved just for adults. It seems that even the kids manage to enjoy some of the many devices that adults now normally use daily. One such example is the new Vinci Tablet, a tablet designed mainly for kids.
Kids also seem to find devices like tablets interesting enough to try and get their hands on one. Since the conventional tablets are not designed with kids in mind, Vinci has come up with a special tablet made and designed for kids. It is a mobile touchscreen tablet that was designed with the safety of kids in mind. The Vinci tablet is designed with soft, grippable handles surrounding the tablet for easy handling by kids as well as a means to protect the hardware from drops.
The Vinci Tablet is powered by an ARM based Cortex A8 1GHz processor and comes with a 512 RAM. It has a 7″ LCD touchscreen display, a 3MP HD front facing camera and a micro USB connection for easy file transfers. This tablet runs on the android OS. The Vinci Tablet is not 3G or WiFi ready, making it safer for kids in terms of lesser radio emissions. The Vinci Tablet is now available at Amazon for pre-orders at a base price of US$389. This tablet for kids is expected to be shipped on August 10

Tuesday, August 2, 2011

Romadhon

Assalaamu'alaikum wr. wb..
Selamat menunaikan ibadah di bulan Romadhon ini, kepada seluruh ummat Muslim sedunia. Semoga seluruh rangkaian ibdah yang kita lakukan membawa kita dijauhkan dari api neraka.
Aamiin...
Jangan lupa segera berbuka dengan makanan atau minuman yang manis terlebih dahulu, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad, SAW.

Wassalaamu'alaikum wr. wb...

Tuesday, August 3, 2010

The Heart and Cirulatory System

The circulatory system carries nourishment and oxygen to, and waste and carbon dioxide away from, the tissues and organs of the body. It may be considered as a closed loop hydraulic system, and indeed you will find that it possess many of properties of such a system.
The heart serves as a pump to move blood through vessel called as arteries  and veins. Blood is carried away from the heart in arteries and is brought back to the heart in veins.
In actuality the heart is a dual pump consisting of two chambered pump on both left and right sides. The upper chambers are inputs to the pumps, and are called atria (atrium singular). The lower chambers of the heart are called ventricles, and are the pump outputs.
When blood is circulated through the body it carried oxygen (O2) and nutrients to the organs and tissues, and returns carrying carbon dioxide (CO2) and the various waste products that are to be excreted through the kidneys. The deoxygenated blood is returned to the right side of the heart via the venous system. Blood from the head and arms, as well as the rest of the upper portion of the body, returns to the heart through the superior vena cava, while blood from the lower portion of the body returns through the inferior vena cava. Note that the terms "inferior" and "superior" refer not to some qualitative assessment, but to the respective positions of the two vessels. The "inferior" is generally lower placed in the body than the superior.
Blood leaves the right atrium through the tricuspid valve to enter the right ventricle. From the right ventricle it passes through the pulmonary semilunar valve to the pulmonary artery. This vessel carries blood to the lungs where CO2 is given up and O2 is taken on. 
Blood returning from the lungs via the pulmonary vein re-enters the heart through the left atrium. It then passes through the mitral valve to the  left ventricle, and then back into the mainstream of the cilculatory system via the aortic valve. The great artery attached to the left ventricle is called the aorta. Blood then circulates through the body to again returns to the right side of the heart via the superior and inferior vena cava.

Sunday, August 1, 2010

Preventif Maintenance


The biomedical engineering department in a hospital should take responsibility for establishing an equipment safety program. Such a program should conform to safety regulations established by government agencies and professional organizations. The program is necessary to ensure the safety of patients and health care workers in the hospital. Specific regulations must be met in order to secure accreditation and license to operate.

The instrumentation described in the preceding sections is used to make safety tests and to ensure safety in the hospital. Here we present a sample program in order to discuss the issues involved. A specific safety program would need to be geared to a particular clinical situation and would of course differ from that described here.

There are many instrument, medicines, and procedures used to deliver health care in a hospital for the benefit of patients may also present hazards. In order to protect patients and health care workers, hospital regulations have been developed to cope with hazards of electricity, radiation, magnetism, toxics, infections agents, pressure, flame, heat, explosion, and energy interruptions.

Preventive maintenance is done on medical equipment to make sure that it is safe and in proper working order. The inspections necessary to ensure that safety specifications are met are a part of the preventive maintenance procedure. Furthermore, equipment should be inspected to ensure that is calibrated accurately. Physicians use the output data from medical equipment to make diagnoses and to prescribe treatment of disease, so inaccurate data from the equipment can clearly lead to serious mistakes. Preventive maintenance can protect a patient by reducing the likelihood of these mistakes.

Preventive maintenance procedures are recommended by the manufacturers of equipment and are usually given in the equipment service manual. Every biomedical equipment shop should have a program of regular preventive maintenance that goes beyond the basic safety checks described in the previous section.

The frequency of preventive maintenance depends on how vital the instrumentation is and on the frequency of observed failures. Preventive maintenance of equipment used to maintain vital functions such as patient blood circulation or breathing should be more frequent than that of equipment that does not come in contact with the patient. Also, if a particular kind of equipment is observed to fail frequently, it should be scheduled for more frequent inspections.

In spite of all precautions taken, however, equipment will fail. In fact, certain parts of equipment are wearing parts, and, like automobile tires, must be changed periodically. X-ray tubes, chemical electrodes, and air filters are examples of wearing parts in medical equipment. In any case, when the equipment becomes inoperative, it is necessary to do troubleshooting and repair.

Note : Better IF have a good maintenance log book system schedule. That writing at preventive maintenance check list

IPSRS


Pada satu waktu, pada saat rapat koordinasi wakil direktur RSUD tempat saya bekerja bertanya kepada saya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan IPSRS. Kami biasa menyebut IPSRS dengan istilah Insar (Instalasi Sarana), mungkin warisan dari RSUD Serang-mohon dimaklum, pertamakali IPSRS terbentuk disaat kami dipimpin oleh direktur yang nota bene pernah menjabat sebagai wakil direktur di RSUD Serang, juga termasuk saya yang juga dipimpin oleh beliau.

Apakah IPSRS?
Pertanyaan krusial menurut saya.
Katanya IPSRS adalah Instalasi Pemeliharaan Sarana dan prasarana Rumah Sakit.
Saya buka blognya profesi teknik elektromedik, disitu tertulis : IPS-RS singkatan dari Instalasi Prasarana dan Sarana Rumah Sakit
Tapi pada artikel lain  dalam blog yang sama lain lagi kepanjangannya : IPSRS adalah singkatan dari Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit. Bahkan ditambahkan lagi dengan definisinya : IPSRS adalah organisasi dalam Rumah Sakit yang bersifat teknis dan koordinatif yang pelaksanaannya meliputi perbaikan sarana dan peralatan yang ada di Rumah Sakit.
Satu lagi kepanjangan IPSRS yang muncul di blog tersebut : IPSRS (Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit)
Tambah lieur urang. Jadi, yang benar dan tepat apakah IPSRS?

Ada yang bisa bantu??

Wednesday, July 21, 2010

A stylish dual SIM phone



 Inexpensive but not cheap

Here is.. Nokia C2-00 
Ultimately, nokia issue with dual sim card mobile multimedia and messaging features are so complete. This stylish, compact phone comes in a range of colours and features distinctive golden detailing.
Let's see what the feature..
Hot swap-enabled SIM slot; Swap your SIM cards on the go
Messaging; Stay in touch
Internet; Access a world of information
Photos; Capture and share life as it happens
Music; Share your passion for music
Design; Style speaks for itself

Totalitas Diri


Antara Harga Yang Harus Dibayar Dan Totalitas Diri



Berapa banyak hal yang sudah Anda canangkan dalam hidup? Saya memiliki banyak hal serupa itu. Berapa banyak hal yang sudah berhasil Anda capai dalam hidup? Saya memiliki banyak hal yang belum berhasil menyentuh pencapaian serupa itu. Kadang saya menuntut tanggungjawab nasib atas begitu banyaknya hal yang tidak berhasil saya capai. Namun, ketika secara sungguh-sungguh menengok ke belakang, ternyata kegagalan saya lebih banyak disebabkan karena saya sendiri. Bukan oleh nasib saya. Ada yang karena saya tidak tahu caranya. Atau saya salah melakukannya. Atau saya semberono dalam merencanakannya. Dan yang lebih sering lagi karena saya tidak benar-benar berani membayar harganya dengan totalitas diri saya sendiri. Saya mencanangkan cita-cita besar yang tentunya menuntut harga yang besar untuk dibayar. Sebuah harga yang hanya bisa terbayar dengan totalitas. Apakah Anda juga demikian?
Beberapa pekan silam saya bertemu dengan teman-teman lama dalam sebuah acara temu alumni. Rupanya teman-teman saya banyak yang mengira saya masih bekerja sebagai seorang professional untuk sebuah perusahaan multinasional. Atas usulan salah seorang senior saya, maka akhirnya saya mengumumkan bahwa saya sudah mengundurkan diri dari perusahaan itu.
Secara karir dan material saya mendapatkan banyak manfaat dari perusahaan itu. Mungkin lebih banyak dari kebanyakan teman yang dulu sama-sama masuk ke sana pada periode yang sama. Tahun 2004, saya mendapatkan ”William E. Upjohn Award” dari kantor pusat kami di US. Saya tidak tahu apakah ada orang Indonesia lain yang pernah mendapatkan award itu sebelumnya. Tidak terlalu signifikan sih, tapi lumayanlah bisa menempatkan nama kita dibawah radar talent pool head office untuk peluang international career di masa depan. Posisi terakhir saya Strategic Planning Head dimana sebagian besar waktu dan energi saya dialokasikan untuk membantu President Director. Basically, 'hampir' atau kebanyakan materi presentasi beliau di local, regional dan international 'mampir' di meja saya. Tidak berarti semua saya yang mengerjakan, karena itu adalah kerja team dari semua divisi. None of us as strong as all of us.
Akhir tahun 2008, rancangan proposal kami untuk mendirikan lini bisnis baru disetujui NYHQ, dan usulan membuat satu divisi baru juga di approve. Saya mempunyai peluang/pilihan untuk menangani salah satu diantara kedua hal itu. Namun, hati saya mengajak untuk mengambil pilihan ketiga, yaitu; melakukan sesuatu yang sejak jaman dahulu kala saya inginkan. Menjadi Trainer  dan Public Speaker.
Saya dimarahi banyak orang, termasuk mantan Pres Dir kami yang mendapatkan tugas baru di negara lain sekitar 3 bulan sebelum saya resign. Namun waktu itu saya sudah bulat hati. Apa lagi istri saya yang sudah 'dilobby' selama bertahun-tahun menyetujui kenekatan saya 'dengan beberapa syarat'. Saya laa haula. Saya juga laa quwwata. Tapi saya yakin Tuhan akan menolong saya. Maka tanggal 16 Januari 2009 saya resmi mengakhiri karir saya di perusahaan hebat itu.
Itu juga berarti saya harus mengakhiri semua 'kenikmatan hidup' yang telah selama bertahun-tahun memanjakan kami. Juga 'keglamoran' yang sebenarnya sangat saya sukai. Tapi, saya menginginkan 'lebih' dari itu, yang saya percaya tidak akan saya temukan jika bekerja disana atau di perusahaan kelas dunia manapun. Bukan karena perusahaan-perusaha an itu kurang baik. Namun karena saya sendiri yang menuntut lebih banyak untuk hidup saya. Bagi saya pribadi perusahaan itu adalah one of great companies to work for. Terutama untuk 'pertumbuhan pribadi saya' yang terus dipacu untuk mencapai puncak kapasitas diri. Namun, saya merasa belum cukup untuk mendapatkan apa yang ’sesungguhnya’ saya inginkan.
Memang sebenarnya saya memiliki pilihan lain, yaitu; menjadi karyawan sambil nyambi jadi trainer. Tapi sangat sulit bagi saya untuk melakukan hal itu meskipun dalam status cuti. Sebab, saya tidak mungkin bisa berbicara tentang 'profesionalisme kerja' kepada para trainee sementara saat saya mengatakannya saya sedang mengambil cuti. Padahal boleh jadi pada saat itu perusahaan tempat saya bekerja sedang berjibaku untuk sesuatu yang seharusnya menjadi tanggungjawab saya. Ini bukan soal salah dan benar, melainkan soal 'value pribadi’. Jika saya menjadi trainer technical, misalnya; bagaimana cara mengoperasikan mesin pemintal benang, atau bagaimana cara mengelas pipa bawah laut, bisa jadi 'gaya 2 kaki' seperti itu bisa dilakukan. Tapi, saya memilih untuk menjadi trainer tentang 'sistem nilai'. Maka saya ingin memastikan bahwa apa yang saya share kepada trainee saya adalah 'apa yang saya lakukan', bukan 'apa yang seharusnya mereka lakukan'.
Saya memulai 'pekerjaan sendiri'. Tidak ada modal kapital yang secara rasional bakal bisa 'meningkatkan kualitas hidup kami', atau sekedar 'menyamai apa yang selama ini pernah kami dapatkan'. Atau bahkan untuk sekedar 'menyelamatkan' hidup kami. Kami ini 'single gardan'. Jika saya gagal, istri dan anak-anak saya mungkin tidak bisa makan. Tapi dengan begitu justru saat saya berdoa bisa lebih khusuk daripada sebelumnya.
Alhamdulillah, sampai hari ini saya masih bisa bertahan. Tidak terlalu buruk untuk ukuran seorang pemula yang bermodal utama kenekatan. Meski masih sering kalah oleh lembaga training besar atau para trainer senior. Lagi pula, saya meyakini benar bahwa hidup bukanlah soal kalah atau menang. Mungkin jika sekarang saya mengalami keadaan 'seolah kalah', maka suatu saat nanti saya bisa menemukan banyak hikmah.
Perusahaan-perusaha an sekarang menghadapi banyak tantangan. Misalnya, bagaimana meningkatkan profesionalisme kerja karyawan, bagaimana membangun kegigihan dan semangat pantang menyerah para pegawai, bagaimana membangun integrasi operasional dan aliansi antar departemen, bagaimana membangun kepemimpinan efektif dan sebagainya. Di sisi lain, ada banyak program pelatihan yang ditawarkan namun kebanyakan sangat baku atau generik. Atau bahkan sekedar copy paste. Saya melihat ini sebagai peluang bagi trainer-trainer yang bersedia mendedikasikan diri kepada sesuatu yang memberikan nilai unik. Menggunakan daya pikir dan pengalamannya pribadi. Sehingga, meskipun pakem managemen itu sama; namun warnanya pasti menjadi berbeda dengan sentuhan pribadinya. Atau, meskipun teori kepemimpinan itu relatif tidak berubah. Namun, saya meyakini kalau ada hal-hal pribadi yang bisa mengubah teori dan texbook menjadi sesuatu yang lebih aktual. Saya melihat banyak trainer hebat seperti itu. Dan saya ingin mengikuti jejak mereka. Maka meski tertatih, saya terus berlatih agar tertular kecanggihan mereka.
Ijinkan saya menceritakan tentang pengalaman mendapatkan 'order training' pertama saya. Sebuah perusahaan Jerman yang dipimpin oleh Pres Dir expat dari Jerman. Beliau gundah karena HR Head-nya merekomendasikan nama saya untuk melakukan training padahal CV saya 'masih kosong' (maklum, itu akan menjadi order pertama saya.....). Bahkan saya sendiri tidak mengenal HR Head tersebut sebelumnya. Wajar jika ada yang mempertanyakan dasarnya apa beliau memilih saya?  "I wonder why did my people reccommend you......" Saya menjawab pertanyaan beliau begini;"You don't pay, if you are not satisfied... ."
Akhirnya saya mendapatkan order itu. 'Kontrak kerja' pertama yang saya tanda tangani. Sesi training yang harus dibawakan dengan bahasa Inggris karena diantara peserta ada 5-6 orang expatriate ikut dalam kelas kami. Pak Presiden Komisaris juga hadir dari awal sampai akhir. Beliau orang Indonesia. Setelah sesi training itu selesai, Pak Pres Dir menyalami saya. Ngobrol sebentar, lalu beliau meminta saya untuk memberikan training bagi 2 group lainnya di perusahaan itu.
Anda mungkin mengira saya bisa membawakan sesi training itu karena saya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Keliru. Bahkan, saya salah menggunakan grammar ketika pertemuan pertama saya dengan Pak Pres Dir. Yang sebetulnya saya ucapkan adalah; "You dont' pay, if you don't satisfy". Saya baru menyadari kalau grammar saya salah setelah sharing kepada teman-teman alumni tentang pengalaman saya pindah kuadran. Ada sahabat saya yang bahasa Inggrisnya bagus sekali memberitahu saya yang seharusnya. Bayangkan, dalam keadaan serba terbatas itu saja saya masih ’selamat’ dari kemungkinan gagal. Tuhan tahu benar jika saya akan langsung jatuh tersungkur hingga mungkin tidak mampu bangkit lagi kalau pada order pertama itu saya gagal. Tuhan menolong saya. Bukan hanya sekedar memberikan order pertama yang akan menjadi ’isi’ pada CV saya. Melainkan ’menyelamatkan’ saya dari kegagalan fatal. Semoga hal itu menjadi pertanda bahwa Tuhan mendukung apa yang saya cita-citakan.
Saya terkesan dengan semangat sahabat-sahabat saya yang begitu gigih memperjuangkan mimpi-mimpinya. Tentu tidak mudah bagi mereka yang tengah menduduki puncak kenikmatan untuk menceburkan diri kedalam gelombang lautan perjuangan yang penuh dengan ketidakpastian. Jika Anda termasuk orang-orang seperti mereka, maka ketahuilah bahwa; saya bersama Anda. Semoga jalan mendaki yang kini Anda lalui akan berbuah manis menjadi senyuman yang indah di kemudian hari. Jika kita sudah menunjukkan totalitas diri atas apa yang sudah kita canangkan, semoga Tuhan berkenan mengijinkan alam untuk mendukung. Sehingga cepat atau lambat totalitas yang kita berikan bisa menutupi harga yang harus kita bayar. Setelah semuanya terbayar lunas, semoga kiranya kita masih memiliki sisa-sisa tenaga untuk mencapai BEP. Setelah itu, barulah kita mendapatkan laba yang sepadan.
Satu hal yang ingin saya himbau kepada teman-teman seperjuangan. Mari membebaskan diri dari anggapan bahwa pilihan hidup kita lebih baik daripada teman-teman yang memilih untuk terus menjadi professional. Sama sekali tidak. Sebab di mata Tuhan, nilai kita tidak ditentukan oleh status pekerjaan. Melainkan oleh ketulusan kita untuk mensyukuri seluruh potensi diri yang telah diberikan-Nya. Dalam bentuk kesediaan untuk mendayagunakannya dalam apapun pilihan hidup yang kita buat. Dan jika kita bersedia menjalaninya dengan totalitas diri, semoga Tuhan berkenan mengijinkan kita untuk mendapatkan imbalannya. Langsung dari tangan-Nya.


Catatan Kaki:
Tuhan menghamparkan bumi sedemikian luasnya. Dan membentangkan langit yang nyaris tanpa batas. Bagaimana mungkin kita yang kecil ini merasa terhimpit dalam ruang yang sempit? Tidak. Karena karunia Tuhan luasnya melampaui langit dan bumi.

From  
http://www.dadangkadarusman.com/

My Kidz

Kids.. are happy maker. Without them, nothing. I really miss them. Love you so much. My littel hero..

Beggar's Story..

Someday, a student meet an old beggar in front of his campus.

Student : Hi mister, how long you have been beg here?
Beggar : About 8 years, why?
Student : Hmm, it's long time enough. How much money you get per day?
Beggar : At least Rp 50.000,-
Student : Ouw, not bad.
Beggar : Yeach, that's good for my family
Student : By the way, where is your family?
Beggar : I have 3 boys. First at UGM (Gajah Mada University), second on ITB
(Institute Technology of Bandung) and the last at Unibraw (University
of Brawijaya)
Student : Wonderful... That' great. I cant' imagine!! All of your boys studies at
that universities??
Beggar : Oh, no no... All of them is beggars. Just like me.
Student : ?!?!?!?!

Monday, July 19, 2010

JimmuBand


Berawal dari keinginan Adhit yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris band Element dan Alex Kuple (mantan bassist Nugie & ALV Band) untuk membuat band yang memainkan jenis musik rock alternative. Kesamaan ide dan referensi dengar membuat Adhit dan Alex bersenyawa dalam membuat lagu-lagu bernuansa rock. Kemudian Adhit mengajak serta Diez - pernah berperan sebagai teknisi dan gitaris additional Element - serta seorang vokalis muda bernama Ade. Sejak akhir tahun 2008 sampai awal 2009 band yang dinamakan Jimmu ini aktif mengolah lagu-lagu rock dan membuat demo rekaman di rumah Alex Kuple untuk kemudian ditawarkan kepada produser/label yang berminat. Awal Februari 2009, ternyata demo rekaman Jimmu mendapat respon positif dari seorang produser terkenal di Indonesia yaitu Denny Chasmala. Kemudian Denny berminat menggarap lebih lanjut demo rekaman Jimmu supaya lebih kuat dalam aransemen dan sound untuk kemudian ditawarkan kepada pihak label. Berkat kesamaan visi dalam bermusik, Denny Chasmala selaku produser bersama para personil Jimmu berhasil merampungkan beberapa lagu yang langsung direkam secara profesional. Di tengah perjalanan penggarapan album pertama Jimmu, Ade mengundurkan diri sebagai vokalis dan diganti dengan Ryo Dom. Masuknya Ryo Domara semakin memperkuat warna musik Jimmu yang mencoba meramu antara elemen musik Rock dengan Pop sehingga diharapkan bisa diterima oleh penikmat musik Indonesia. Personil terkahir yang bergabung adalah Rico Aryo pada posisi drummer melengkapi Jimmu sebagai sebuah band. Alhamdulillah pada akhir tahun 2009 Jimmu diterima secara resmi untuk bergabung dengan sebuah label rekaman baru GSM Record. Maret 2010 ini single pertama Jimmu yang berjudul "Tidak Boleh Nakal" telah dirilis untuk radio-radio seluruh Indonesia. Pada bulan April 2010, akhirnya dirilis full album pertama Jimmu berikut video klip pertamanya dari single "Tidak Boleh Nakal".
List lagu pada album pertama Jimmu - Bersinar Terang :
1. Dag Dig Dug Der (7710114-Telokmsel/Esia), (JIMMU1-Indosat), (JIM1-XL)
2. Aku Atau Dia (7710115-Telokmsel/Esia), (JIMMU2-Indosat), (JIM3-XL)
3. Tidak Boleh Nakal (7710116-Telokmsel/Esia), (JIMMU3-Indosat), (JIM3-XL)
    Video klipnya bisa di download disini.
4. Janji Basi (7710117-Telokmsel/Esia), (JIMMU4-Indosat), (JIM4-XL)
5. Sayang (7710118-Telokmsel/Esia), (JIMMU5-Indosat), (JIM5-XL)
6. Memang Tak seperti Dia (7710119-Telokmsel/Esia), (JIMMU6-Indosat), (JIM6-XL)
7. Bila Tak Saling Mengalah (7710120-Telokmsel/Esia), (JIMMU7-Indosat), (JIM7-XL)
8. Di Depan Saksi (7710121-Telokmsel/Esia), (JIMMU8-Indosat), (JIM8-XL)
9. Cinta Buta (7710122-Telokmsel/Esia), (JIMMU9-Indosat), (JIM9-XL)
10.Curhat Pecundang (7710123-Telokmsel/Esia), (JIMMU10-Indosat),(JIM10-XL)
Sukses selalu JIMMU

Monday, November 30, 2009

Selection of Ultrasound Equipment for Hospitals

Introduction
In the last 20 years ultrasound imaging has level-oped from laboratory experiments to one of the most commonly performed diagnostic examinations. Because of its usefulness, cost effectiveness in major hospitals, regional and country hospitals and private practices.
The rapid advances made in the design of ultrasound equipment have led to bewildering choice facing the prospective purchaser. It is important to seek independent advice to avoid the selection of inappropiate units.

Type of equipment

1. Static ultrasound scanners
These may be articulated arm scanners or water bath types where the transducers are immersed in water, giving a large field of view, sectional, static images in a variety of planes. Static scanners are no longer produced and have been replaced by real-time scanners and should not to be used in a modern department.

2. Real-time scanners
Real-time scanners produce moving, sectional images similar to X-ray fluoroscopy. Their major disadvantage is that the field of view is limited, depending on the transducer design.
Mechanical sector scanners produce high resolution images from relatively small transducers with small contact areas. Their major disadvantages are a small field of view (particularly superficially)and reliability problems due to mechanical wear. Sophisticated annular array mechanical sector scanners are capable of producing the best quality images at present available.
Linear array transducers are composed of multiple small elements in linear alignment and electronically fired in small groups. They can range from the cheapest available real-time units with minimal focusing and relatively simple transducer to sophisticated, dynamically focused transducers capable of producing high quality images.
The relatively large contact area of the transducers is their biggest disadvantages, but the lack of mechanical parts gives them superior reliability.
Electronicallyi steered phased arrays consist of multiple small elements wihtin the transducer which are electronically steered and focused to produce a real-time sector image. They are small, reliable and prodeuce excellent quality images but are veryrelatively expensive.
A recent development has been convex (curved) linear arrays which overcome the disadvantage of the long, flat linear arrays without losing their inherent reliability. With an increased number of elements in the array and improved focusing techniques, convex arrays are now capable of producting high quality, consistent images. They are available in a wide range of sives, curvatures and frequencies, and comprise the predominant type of transducer now used of general purpose ultrasonography.
M (motion) mode ultrasound was widely used for measurement techniques in echocardiography. It has now been largely replaced by real-time to examine the dynamics of the valves and chambers of the heart> Real-time units for echocardiography require small transducers (either mechanical or passed arrays) with high frame rates to compensate for the rapid movements of the heart.
Doppler ultrasound units measure the change in frequency of the returning ultrasound signal to peripheral blood vessels. They range from simple continuous wave units, used to detect the feotal heart, to sophiticated range-gated pulsed doppler used to detect vascular diseases.
Doppler colour flow imaging has recently been developed which allows real-time colour coding of the blood flow in the heart, abdominal and peripheral blood vessels. Although relatively expensive, the technique is proving so useful that most manufacturers are now providing this facility on all but their low cost units. The technology is still in a state of rapid development and care should be taken in the selection of this equipment as there is a wide range in the performance of various units. Sensitivity and their filter requirement are different for echocardiography, abdominaml and peripheral colour flow Doppler imaging, and equipment sholud be selected considering its major proposed use.
Colour Doppler power imaging based on the amplitude rather than the frequency shift generated by moving particles is now available on many units. It is extremly sensitive in detecting low flows and intersitial perfusion.
Specialised intracavity transducers are now available for transvaginal, transrectal, transoesophageal, intra-arterial and operative techniques.
Transoesophageal echocardiography is providing improved images of the heart but at present is only used in specialised cardiology units.
Transrectal scanning of the prostate is slowly gaining acceptance, but because of frequent need for simultaneous transrectal biopsy its use will probably remain limited to hospitals and urological clinics.
Transvaginal ultrasound is now widely used and is the method of choice for the detction of early pregnancy and ectopic pregnancy.

Choisce of equipment
The introduction of machines capable of using high density cenvex and linear arrays, mechanical sector and intracavity transducers has made the all purpose unit areality. The type of examinations to be performed and image quality required should be carefully assassed. The transducer used for particular examinations depend to some extent on personal preference, but as general guide:
Real-time sector transducer (mechanical or phased array) are best suited for examinations which need a small windows such as echocardiography, neonatal heads and intercostal abdominal scanning. they are also suitable for general abdominal and pelvic imaging;
Convex array transducers are suitable for most pelvic, obstetric and abdominal examinations;
Small, high frequency high resolition linear arrays are suitable for thyroid, breast, testicular musculoskeletal ultrasound. They are the transducer of peripheral Dopller colour flow imaging.
The cheapest linear array only unit have a very limited diagnostic capability. For small hospitals and regional centres which can only purchase a single unit, a midrange convex array would be most suitable.
Care should be taken to ensure the equipment is capable of being upgraded if necessery and that adequate service and spare parts are available.
Any machine purchased should have a standard an alphanumeric keyboard (for patient identification) and electronic calipers (preferebly dual). Touch sensitive control allow easy cleaning. Cineloop, allowing review and selection of images before printing, is useful option for difficult cases and vascular work.

Choice of transducer frequency
The frequency of the ultrasound transducer determines the depth of penetration of the sound wave and the axial resolution of the image.
Any ultrasound unit should be ordered with the range of transducers.
As a general guide :
3.5 MHz medium to long focus transducer for obese abdomens and advanced pregnancies; 3.5 to 5 MHz medium to long focus transducer for routine abdomens and second trimester pregancies; 5 MHz short to medium focus transducers for early pregnancy and pelvic examinations; 7.5 to 10 MHz short focuse for breath, teste, vascular, musculoskeletal and intacivity examinations; 2.25 to 3.5 MHz medium to long focus transducer for echocardiography.
Many manufacturers now offer swithable dual or triple frequency transducers, or wide frequency transducers which use a range of frequencies.

Image recording
A variety of methods are available.
Videotape recorder are useful for recording dynamics but can be time consuming to review.
Optimal images are recordered on laser cameras using infrared sensitive film or multiformat cameras using high resolution flat face monitors with single-sided emulsin film. the most reliable of the miltiformat cameras use a multiple fixed lens system. The monitorface and lenses must be cleaned regularly to maintain images quality.
Polaroid film is expensive and the image quality is inferior to that obtained in multiformat cameras.
Heats sensitive paper recorders are used for M-Mode Echocardiography.
Multiformat thermal printer are available available for recording of Doppler colour flow images.

Coupling media
Coupling media are necessery to exclude air between the patient and ultrasound transducer, with watersoluble aqueous gels being most commonly used. Care should be taken to ensure that the coupling gel is recommended by the manufacturer of the equipment as some gels and lotions have been known to damage transducer membranes. In cold climates some methodes of warming the gel is desirable. Stand-off gel pads are available for imaging of superficial structures.

General considerations
Examination couches should be at a height that allows for comfortable operation by the sonographer. Motor driven couches that allow independent raising and lowering of the ends of the couch are useful for vascular examinations.
Indirect wall mounted lighting with dimmer switches allows comfortable visualisation of monitors.
Adequate change cubicles, showers and toilets should be available for the patients' convenience.

Care of equipment
All probes should be cleaned after use. Vaginal & rectal probes should be covered by a protective shealth or condom prior to inserton.Following the examination the shealth should be discarded and the probe cleaned in an antimocrobial solution. The type of solution & amount of time for cleaning depends on the manufacturers & local infectious disease/quality control guidelines.

Quality assurance
1. Ultrasound equipment must be regularly serviced and maintained, & a service contract with the manufacturer or other qualified provider should be enterd into.
2. Adequate documentation is essential for high quality patient care.
3. A register of ultrasound examinations performed including clinical indications for the study should be kept. There must be a permanent record of the ultrasound examination & its interpretations. Imaging of all appropiate areas both normal and abnormal should be recordered in an imaging or storage format. Images are to be appropriately labelled with the examination date, patient identification, and body part examined.
4. A written and signed report should be issued on all ultrasound examinations y the responsible medical practitioner.

Reviewed by:
Dr Johan Hoe, Singapore

Kenalan Aaaahhh...

Salam Persahabatan

Temanz sekalian, kali ini saya membuka tempat ngobrol baru. Wat temanz yang ingin berbagi informasi tentang apa aza; technology, politic, entertainment, dunia usaha especially ELECTROMEDICAL TECHNOLOGY. Semoga semua informasi yang di share di blohg ini bisa bermanfaat wat semua.

WaOne Rachmadi
Teknik Elektromedik '93